A Song of The Wind

A verse of the rover

"Did you ever hear the wind?"
"just walk"
















by
Indra El

Evolusi

Hidupku berputar membelah atraktor.
Bertambah. Semakin bertambah.
Pilihan bertabur bimbang.
Teramplifikasi membentuk chaos.

Kulminasi. Dan stabilitas menyayat waktu panjang.
Sakit. Tergores. Hingga titik kritis datang.
Membawa bifurkasi baru.
Untuk atraktor lebih tinggi.

Evolusi…

- Indra El, catatan di sore mendung kota Depok 

Ada Anti Ada

Hidup inginku mati. Bahkan hadir inginku pergi.
Dikau lupa terjangkiti. Usir pikiranmu kini.

Tenang membunuh. Diam menyahut.
Gerak membatu. Bisu bicara.
Ada anti ada.

Hatiku ingin. Mataku lelap.
Kakiku goyah. Tanganku gerah. Salah.
Ada anti ada.

Ada menyusup patah-patah, relung kau tutup. Tak jamah.
Rasa menguap, sisakan buih. Anti ada.

Ada, matamu yakin tak dusta.

Kesan benak satu kata.

Hanya satu kata.

Anti-ada.

- Indra El, ada dan anti-ada, jika bertemu itulah dia.

I Will Be Right Here Waiting for You

Oceans apart day after day
And I slowly go insane
I hear your voice on the line
But it doesn’t stop the pain

If I see you next to never
How can we say forever

Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

I took for granted, all the times
That I thought would last somehow
I hear the laughter, I taste the tears
But I can’t get near you now

Oh, can’t you see it baby
You’ve got me going crazy

Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

I wonder how we can survive
This romance
But in the end if I’m with you
I’ll take the chance

Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you
Waiting for you

Richard Marx

Melati

kepada sebuah nama

mungkin pilihan tak rupawan
hingga sedan menyiksa
namun tak jua lapang
hadirmu membentang moar luka

mungkin langit sudah menua
kala rintik-rintik sedu tertawa
namun tak jua lekang
senyummu merayap ubah semua

sudah
setingkat sudah
bukan jalan kita
hanya indah
secercah bayang-bayang rasa
di balik daun melati mu

bayang-bayang itu tak pudar
masih ada

masih ada..

semoga
selangkah semoga
melati itu di tanganmu

- Indra El, hutang setangkai melati

Yang Terdalam

Kulepas semua yang ku inginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau kusayangi
Dan bila kumenanti

Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti

Takkan lelah aku menanti
Takkan hilang cintaku ini
Hingga saat kau tlah kembali
Kan kukenang di hati saja

Kau telah tinggalkan
Hati yang terdalam
Hingga tiada cinta
Yang tersisa di jiwa

- Peterpan, untuk sebuah nama, pada cerita

Pain

Adilkah?
Kau tertawa, aku bersedih?

Adilkah?
Aku bahagia, kau menangis?

Adilkah?
Kau tertawa tanpa bersedih?
Aku bahagia tanpa menangis?

Adilkah?
Kau bahagia tanpa menangis?
Aku tertawa tanpa bersedih?

Kenapa ada tangis ketika tertawa?

Kenapa ada sedih ketika bahagia?

Tuhan, kenapa ada bahagia?
Kenapa ada sedih?

Adil kah?

Kenapa menangis itu sedih?

Kenapa tertawa itu bahagia?

Tuhan, apa itu bahagia?
Apa itu sedih?
Apa itu adil?

Tuhan, apakah aku ini?

- Indra El

Februari di Kota Tua

Setahun…
kota itu masih sama
hingga langit membiru
dan kau masih bernyanyi ria
bersandar tiang lampu jalanan

Februari di kota tua..
langit hawa membahana
hingga pangeran menyahdu
dan kau masih berdiri lara
bersandar bayang-bayang

Lima bulan…
kota itu bertabur sakura
pangeran memadu cinta
sisanya tak kasat mata

Kini tiang itu patah
tak ada lagi sakura
hanya ada luka
dan kau berdoa
Tuhan, kenapa ada bahagia? 

Kota itu tak mati
hanya tua..
menanti sakura itu bertabur asa 

- Indra El

Rumah

Kepada kasih

tau kah kau tentang rumah?
perjalanan membawa ku ke sana

sederhana
pintunya selalu terbuka
sambutannya selalu hangat

suatu kali aku datang dengan debu
rumah tetap menyambutku
menjamu ku dengan secangkir kopi

kala mata ku terlelap
rumah membangunkan ku
membuka pagi ku dengan cahaya

ia bilang ada banyak pintu
hanya satu pintu yang istimewa
dan itu hanya untuk ku 

bahkan pintunya ku banting patah
ia tak mengusirku
ia masih memberiku teduh

sekali aku membawanya hiasan dinding
tapi ia menolak mentah-mentah
aku hanya bisa tersenyum

hanya sekali
rumah itu redup
kusadari ia menantiku dengan lama
cahayanya menggelora menyambut kepulangan ku
tapi perjalanan ku harus berlanjut 

tau kah kau?
sekali aku masuk
selamanya aku ingin ke sana

- 29 Feb 2012, mau kah engkau jadi cahaya di rumah ku?

Fallen

the day I wake up, the day I kill my self

I look forward
no thing in there

I step accross the blindness
then got my self in circle

I look behind, no way to back 

I felt the ground, put a little rock

so far away…
so far away…

- Indra El

Dunia di Sepetak Ruang

pagiku datang pagiku terbang
bersarang
berulang

ku pintal hidup melayang di redup-redup memar
suara hari menyapa tak bersisa

ku pental hirup terbuang pada relung-relung samar
senja awan kenapa bak menyiksa

sepetak ruang sepetak dunia
berulang
bersarang

ku putar waktu melingkar gemuruh punda-punda patah
sebait nada bertengkar
air mata menengadah

ku rajut angan mendelik dari lentik jemari indah
sepetak ruang sepetak cerita
merelung
meraung

bermenung
menatap kosong kepulan
hanya hujan bersenandung
lebam meyandung

duniaku
sepetak ruang
sepetak cerita

- Indra El